Thursday, April 30, 2015

banyak cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Budidaya Ikan Nila

10 Cara Ampuh Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Budidaya Ikan Nila - Dalam budidaya ikan nila semua petani pasti pernah mengalami hambatan karena adanya serangan hama dan penyakit yang juga akan mempengaruhi pada kuantitas hasil pertanian ikan nila. Untuk itu sangat penting di lakukan proses pengendalian hama dan penyakit dalam budidaya ikan nila ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan target dan sasaran yang di tuju.
Pengendalian Hama Dan Penyakit Budidaya Ikan Nila
Pengendalian Hama Dan Penyakit Budidaya Ikan Nila

Pencegahan hama dan penyakit budidaya ikan nila

Pencegahan adalah langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko hama dan penyakit ikan nila. Karena ketika hama dan penyakit sudah menyerang, biaya mitigasi akan lebih besar. Pengolahan dasar kolam, yang mengering, pengapuran dan pemupukan. Pengeringan dilakukan dengan pengeringan dasar kolam setiap waktu untuk memulai budidaya. Sinar matahari dapat membunuh hama dan penyakit yang mungkin ada dalam periode budidaya sebelumnya. Pengapuran dasar kolam juga membantu mematikan penyakit yang paling. Untuk lebih jelasnya silakan lihat persiapan kolam untuk budidaya ikan.

Berikut Langkah - Langkah Yang Dapat Di Lakukan Dalam Pencegahan Hama Dan Penyakit Budidaya Ikan Nila :
  • Memasang filter atau saringan pada pintu pemasukan air untuk mencegah sebagian hama dan vektor pembawa penyakit masuk ke dalam kolam.
  • Lakukan secara rutin pemberantasan hama secara mekanis (diambil atau dibunuh) dan pemberantasan hama secara biologis (mempertahankan predator alami hama). Apabila hama tetap membandel bisa dipertimbangkan menggunakan obat-obatan kimia.
  • Gunakan bibit ikan nila unggul yang tahan terhadap penyakit. Bibit sebaiknya didapatkan dari sumber terpercaya, seperti litbang-litbang perikanan.
  • Mengurangi kepadatan ikan agar tidak terjadi kontak antar ikan secara langsung. Dengan jarangnya populasi, kadar oksigen terlarut dalam air kolam akan lebih banyak.
  • Berikan pakan dengan takaran yang tepat untuk menghindari terjadinya penumpukan sisa pakan dalam kolam. Sisa pakan akan membusuk sehingga menurunkan kualitas lingkungan kolam dan menjadi tempat berkembangbiaknya bibit penyakit.
  • Lakukan penanganan ikan secara hati-hati pada saat penebaran atau pemindahan antar kolam, agar ikan tidak terluka yang memicu infeksi penyakit.
Pengendalian Serangan Hama

1. Bebeasan (Notonecta)

Hama ini cuuku berbahaya bagi benih karena sengatannya. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Pengendalian  tuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
2. Ucrit (Larva cybister)

Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam agar tidak mengundang hewan ini berkumpul dan akhirnya menjadai hama dalam budidaya.
3. Katak

Katak gemar sekali makan telur telur ikan. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Sering di lakuakan pengontrolan pada malam hari pada telur yang mengapung,
  • Jik ada katak yang berkeliaran di sekitar kolam tangkap dan buang.
4. Ular

Ular sangat senang menyerang benih dan ikan kecil. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Lakukan penangkapan, 
  • Pemagaran kolam.
  • Dan Pasang Jebakan.
5. Burung Pemangsa Ikan

Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Beri penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; 
  • Diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
Pengendalian Serangan Penyakit 

1. Penyakit pada kulit

Biasanya Ikan yang terserang penyakit ini di tandai dengan adanya :
  • Pada bagian tertentu berwarna merah, 
  • Berubah warna dan tubuh berlendir.
Pengendalian
  • Direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air,
  • Pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian.
  • Direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.
2. Penyakit pada insang

Biasanya Ikan yang terserang penyakit ini di tandai dengan adanya 
  • Tutup insang bengkak,
  • Lembar insang pucat/keputihan.
Pengendalian
  • Direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air,pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian.
  • Direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.
3. Penyakit pada organ dalam

Biasanya Ikan yang terserang penyakit ini di tandai dengan adanya :
  • Perut ikan bengkak, 
  • Sisik berdiri, 
  • Ikan tidak gesit.
Pengendalian
  • Direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air,pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian.
  • Direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.
4. Trichodina sp

Jenis mikroorganisme yang menjadi parasit pada ikan air tawar dan ikan air laut. Parasit ini biasanya menyerang di luar seperti kulit, sirip dan insang.

Tanda adalah luka terlihat organ-organi diserang. Dapat dicegah dengan menjaga sanitasi kolam dan memasang filter air atau sedimentasi basin pada instalasi irigasi tambak. Pengobatan dapat dilakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCl) 500-1000 mg / liter selama 24 jam. Atau dengan larutan formalin 25 mg / liter.

5. Saprolegniasis

Sebuah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Biasanya menyerang telur, larva dan menggoreng ikan. Bagian dari organ tubuh diserang luar. Munculnya penyakit ini seperti benang halus putih putih atau kecoklatan. Pengobatan dilakukan dengan cara merendam telur atau ikan yang menyerang perunggu hijau solusi 1 mg / liter selama 1 jam, atau larutan formalin 200-300 mg / liter selama 1-3 jam, atau NaCl 5 g / liter selama 15 menit.


Wednesday, April 22, 2015

Penyebab Penyakit Budidaya Lele Dan Cara Pengendalian Serta Pengobatannya

Penyebab Penyakit Budidaya Lele Dan 20 Cara Pengendalian Serta Pengobatannya - Dalam budidaya ikan semua petani pasti pernah mengalami ganguan dan masalah dalam proses pelaksanaan budidaya ikan lele baik yang di sebabkan oleh virus dan bakteri. Semua itu dapat di tanggulangi dengan cara yang benar dan teratur untuk mendapatkan hasil budidaya yang memuaskan dengan kuantitas hasil yang tinggi. Di bawah ini adalah jenis penyakit dalam budidaya ikan lele serta cara pengobatan dan pengendalian penyakit ikan lele.
Penyakit Ikan Lele
Penyakit Ikan Lele

Berikut Adalah Macam - Macam Penyebab Penyakit Lele Dan Cara Pengobatanya

1. Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas hydrophyla

Ini berkembang sebagai akibat serangan dari bakteri dari genus Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas hydrophila. Serangan hydrophila Aeromonas. Penyakit lele yang disebabkan oleh bakteri ini menyebabkan perut ikan menggembung cairan getah bening, pembengkakan, ikan luka fisik sirip dan luas. Faktor lele memicu penyakit ini adalah penumpukan pakan sisa membusuk di dasar kolam.

Pengendalian Penyakit

Untuk mencegah hal ini, pertahankan suhu air 28oC. Pengobatan yang paling umum dalam benih ikan adalah oxytetracycline antibiotik. Caranya dengan mencampur OTC dengan pakan, dosis 50 mg per kg pakan. Berikan selama 7-10 hari. Jika penyakit ini menyerang kolam pemeliharaan lele, perubahan air tambak dua kali sehari. Pada saat penggantian air, tambahkan garam dengan dosis 100-200 gram /M3.

Gejala

  • Warna tubuh menadi gelap
  • Kulit kesat dan timbul pendarahan
  • Kesulitan bernapas, terlihat megap-megap dipermukaan air.

Pengobatan

  • Campurkan Terramycine dalam pakan denagn dosis 50 mg/kg ikan/hari.
  • Beriakn obat ini selama 7-10 hari berturut-turut
  • Selain Terramycine, pengobatan juga dapat dilakukan dengan memberikan Sulphonamid ke dalam pakan sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3 hari.

2. Penyakit gatal Trichodiniasis

Trichodiniasis penyakit gatal-gatal yang disebabkan oleh jenis protozoa Trichodina. Gejala lele Trichodiniasis adalah ikan terlihat lemas, warna tubuh kusam dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam. Penyakit ini ditularkan lele karena kontak langsung dan juga melalui perantara air. 
  • Parasit dari golongan ciliata berbentuk bulat, terkadang amuboid, serta mempunyai inti beerbentuk tapal kuda yang disebut Ichthyophthirius multifilis juga dapat memicu timbulnya penyakit ini.
  • Kepadatan ikan yang terlalu tinggi dan kekurangan oksigen disinyalir memicu perkembangannya. 

Gejala

  • Ikan terlihat sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air.
  • Terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip, dan insang.
  • Ikan memperlihatkan perlaku menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.

Pengendalian 

Penyakit ikan lele ini bisa dicegah dengan mengatur kepadatan tebar dan menjaga kualitas air. 

Pengobatan 

  • Rendam ikan pada campuran larutan Formalin 25 cc/m³ dan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 g/m³ selama 12-24 jam.
  • Ganti kolam dengan air segar.
  • Ulangi langkah pengobatan setelah 3 hari.

3. Parasit / Jamur saprolegnia

Penyakit ini disebabkan serangan  jamur saprolegnia yang tumbuh sebagai saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau iakn yang kondisinya lemah.

Gejala

  • Tubuh ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas yang dapat ditemukan didaerah luka.
  • Ikan sudah lemah seperti daerah kepala tutup insang, sirip, serta tubuh lainnya.
  • Jamur ini juga suka menyerang telur dengan menyelimuti telur dengan benang seperti kapas.
  • Jamur ini juga sering menyerang telur dengan menyelimuti telur dengan benang seperti kapas.

Pengobataan  

  • Rendam benih gelondongan dan iakn dewasa dalam larutan Malachyte Green oxalate denagn dosis 2,5-3 ppm selam 30 menit.
  • Rendam telur dalam larutan Malachyte Green oxalate denagn dosis 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

4. Penyakit karena serangan Channel catfish virus 

Virus herpes ini adalah penyakit yang menyerang ikan terinfeksi terlihat lemah, berenang berputar-putar, sering muncul vertikal tegak di permukaan, bagian sirip dan perut pendarahan. Faktor pemicu penyakit lele fluktuasi suhu air, degradasi kualitas air dan padat penebaran tinggi. 

Pengendalian Penyakit

Untuk mencegah serangan virus ini adalah dengan cara memperbaiki manajemen budidaya, menjaga kebersihan kolam dan pemberian pakan yang berkualitas. 

Pengobatan

  • Lakukan Pergantian air seminggu 1 kali.
  • Air Di ganti cukup 50 % saja.
  • Beri kolam daun pepaya dan mengkudu.
  • Ganti daun pepaya dan mengkudu tersebut 2 hari 1 kali.

Demikian Ulasan Tentang Macam - Macam Penyebab Penyakit Budidaya Lele Dan  20 Cara Pengendalian Serta Pengobatannya Semoga Dapat Bermanfaat Buat Para Pembaca SeputarIkan.Com Aminnn ... ^_^

Cara Mencegah Dan Mengatasi Penyakit Pada Ikan Hias

Cara Mencegah Dan Mengatasi Penyakit Pada Ikan Hias - Ikan hias adalah salah astu komoditas yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi di bandingkan ikan konsumsi dalam memelihara ikan hias sebagian pasti mengalami penyakit,  Penyakit  ikan hias yang paling berbahaya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, dan apabila tidak diobati akan menyebabkan kematian dalam waktu singkat.
Cara Mengatasi Penyakit Ikan Hias
Penyakit karena virus pun dapat menjadi wabah yang menyebabkan kematian massal bila Ikan Hias yang terjangkit tidak segera dikarantina dan diobati. Terladamg sebagian orang yang belum mengerti ternyata karena pemberian obat yang salah dapat mengakibatkan hal yang fatal pada ikan hias bahkan dapat menyebabkan kematian pada Ikan Hias.

Berikut ini beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang Ikan Hias dan cara mencegahnya serta pengobatannya:

Luka Pada Tubuh

Penyakit cedera pada tubuh ini disebabkan oleh perilaku ikan hias karena stres, misalnya ikan mencoba untuk melompat atau menabrak ornament kolam/kuarium menyebabkan cedera. Selain itu bisa karena gatal akibat kutu sehingga ikan menggosok tubuh dapat menyebabkan cedera.

Cara Mencegah Penyakit 

  • Hindari penggunaan ornament kolam yang permukaannya kasar atau tajam
  • Untuk Ikan baru, sebaiknya disesuaikan dulu kondisi suhu dengan tempat baru dengan cara merendam dalam kantong plastic ke dalam lingkungan baru.

Cara Mengobati Luka Ikan Pada Tubuh 

  • Rendam  Ikan Hias dengan menggunakan Gesund BL 250 selama 45-60 menit dalam wadah tersendiri, lakukan setiap hari selama 1-2 hari atau menurut kebutuhan terutama pada Ikan yang lukanya sampai mengeluarkan nanah minimal sampai nanah tidak terlihat.
  • Pemberiaan Gesund Safe pada wadah karantina sangat dianjurkan, setelah proses pengobatan gunakan Gesund Biotika untuk memulihkan system pencernaan.
  • Untuk kasus luka ringan yang belum sampai mengeluarkan nanah pengobatan cukup dengan menggunakan Gesund Blue Magic
  • Selama proses pengobatan, jangan menggunakan media filter kimia, misalkan carbon, ceramic ring dan batu zeloid. Penggunaan filter biologi tidak bermasalah pada pengobatan, tetapi  dapat merusak sisitem filtrasi biologi.

Penyakit Sisik Mengembung 

Penyakit  sisik mengembung disebabkan oleh  bakteri, yang ditimbulkan karena lingkungan hidup yang kurang baik, dan lingkungan tercemar sisa makanan atau sisa metabolisme.

Cara Mencegah Penyakit 

Hindari Ikan yang terkena penyakit ini dengan Ikan lain yang terinfeksi, penggunaan filtrasi yang baik, atau perawatan rutin perangkat filter dan lingkungan hidup secara berkala sesuai kemampuan kapasitas alat filtrasi.

Tanda-Tanda Penyakit

  • Sisik terangkat keatas dan akhirnya terkelupas
  • Sisik yang terinfeksi biasanya terlihat seperti duri yang berbentuk seperti pyramid
  • Biasanya  yang menyerang sisik akan menyebar ke seluruh tubuh.

Cara Mengobati Penyakit Ikan Sisik Menggembung

  • Gunakan Gesund Blue Magic dengan dosis 1 gram untuk 400 liter air untuk Ikan yang sudah terjangkit parah dengan dosis 1 gr untuk 200 liter air, selama 1-2 hari atau sampai fisik terlihat sudah sembuh.
  • Tambahkan Gesund Safe untuk Ikan yang sudah terjangkit parah, kemudian jika proses pengobatan selesai tambahkan Gesund Biotika
  • Selama proses pengobatan jangan menggunakan media filter kimia, misalkan carbon, ceramic ring dan batu zeloid. Penggunaan filter biologi tidak bermasalah pada pengobatan, tetapi dapat merusak sisitem filtrasi biologi.

Penyakit Fin Rot

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan kondisi air kotor. Sifat menular dari penyakit, gejala warna gelap atau kadang-kadang kemerahan seperti berdarah pada sirip, kemudian menyerang sirip secara bertahap menjadi habis dan bisa meruncing, dan warna pucat. Dan terjadi pembusukan parah akan merayap pada tubuh ikan.

Cara Mengobati Penyakit Ikan Fin Rot

  • Lakukan isolasi atau karantina pada Ikan yang sakit
  • Lakukan pergantian air seluruhnya, dan cuci tempat hingga benar-benar bersih
  • Kemudian tambahkan garam akuarium
  • Berikan antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, atau sejenisnya, dengan dosis cukup 1 tetes per aquarium) atau gunakan General Tonic (bisa merk Rid All, Tetra)
  • Kemudian lakukan kembali pergantian air setelah 3 hari kemudian, jika masih terserang penyakit dan tidak ada tanda-tanda membaik (berhenti membusuk), maka lakukan pengulangan pengobatan lagi.

Saturday, April 18, 2015

Cara ampuh Budidaya Mudah Ikan Cupang

Cara ampuh Budidaya Mudah Ikan Cupang - Ikan cupang Betta sp. Adalah habitat asli ikan air tawar adalah beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini memiliki bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.
Cara Budidaya Ikan Cupang
Cara Budidaya Ikan Cupang
Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia ada cupang asli, salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampanga, Kalimantan Timur. Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan untuk waktu yang lama sehingga ketika ikan ditempatkan dalam sebuah wadah dengan volume air sedikit dan tidak adanya alat sirkulasi udara aerator, ikan ini masih bisa bertahan.

Pemilihan Indukan Ikan Cupang

Induk cupang jantan :

  • Berumur setidaknya 4-8 bulan
  • Bentuk badan panjang
  • Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
  • Gerakannya agresif dan lincah

Induk cupang betina:

  • Berumur setidaknya 3-4 bulan
  • Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
  • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
  • Gerakannya lambat

Ciri - Ciri Indukan Unggul

  • Seritnya ekor harus bentuk yang sama dan rapi.
  • Ekor posisi tubuh ikan harus di tengah-tengah dan seimbang, tidak sedikit menjorok ke atas.
  • Pilih ikan yang bertubuh besar, tidak memanjang, karena memperpanjang waktu berkembang menjadi ikan besar antara ekor dan sirip akan ada kesenjangan. (Kurang padat).
  • Pangkal ekor harus tebal, jika tipis maka selama pengembangan ikan tidak meningkatkan lebar ekor.
  • Pilih ikan yang sering / senang bermain di dasar atau tengah air, seolah-olah ikan sering bermain di kemungkinan vena ekor luas seritnya akan rusak.
  • Jika ikan yang kita sukai sering dimainkan di permukaan air, sehingga ikan tidak bermain di atas sekat yang menutup akuarium ditutup setengah saja (dari atas ke tengah), sehingga hanya terlihat dari tengah ke bawah.

Proses Budidaya Ikan Cupang

  • Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
  • Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat untuk burayak berlindung. 
  • Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat, sekadarnya saja. 
  • Bila terlalu banyak, tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
  • Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu. 
  • Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. 
  • Ikan cupang jantan tersebut akan membuat gelembung-gelembung udara. 
  • Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. 
  • Untuk memancing ikan cupang jantan membuat gelembung, bisa juga dimasukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. 
  • Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan kedalam wadah.
  • Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi di pagi hari sekitar pukul 7-10 atau sore hari sekitar pukul 4-6.
  • Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
  • Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. 
  • Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi.
  •  Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
  • Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. 
  • Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.

Pemberian Pakan Cupang

  • Setelah tiga hari dari telur menetas, berikan pakan berupa kutu air jenis Moina atau Daphnia. Pemberian pakan jangan lebih banyak dari benih ikan karena kutu air berpotensi akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak. 
  • Dalam satu kali perkawinan biasanya ikan cupang akan menghasilkan 400-1000 butir telur.
  • Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. 
  • Pindahkan benih ikan tersbeut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
  • Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya dan sudah bisa dinikmati keindahannya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

Tuesday, April 14, 2015

Cara Alami dan Lengkap Pembenihan Dan Budidaya Ikan Mujair

Cara Alami dan Lengkap Pembenihan Dan Budidaya Ikan Mujair  - Ikan mujair merupakan jenis ikan air tawar yang biasa dikonsumsi. Distribusi alami ikan ini adalah Afrika dan di perairan Indonesia pertama kali ditemukan oleh Bapak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar.
Cara Budidaya Ikan Mujair
Cara Budidaya Ikan Mujair
Nama ilmiahnya adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang salah disebut "Java tilapia". Ikan berukuran sedang, panjang total ikan nila maksimum dicapai adalah sekitar 40 cm. Ikan ini mulai berkembang biak pada usia sekitar 3 bulan, dan setelah itu dapat mereproduksi setiap 1 ½ bulan. Setiap kali, puluhan telur yang sudah dibuahi akan 'diinkubasi dalam mulut induk betina, yang memakan waktu sekitar satu minggu untuk menetas. Sampai beberapa hari kemudian adalah mulut ini tetap penampungan ikan muda anak-anak, sampai anak-anak ini disapih induknya.

Proses Pembenihan Dan Budidaya Ikan Mujair

Pemilihan Induk Ikan Mujair

  • Produksi benih mampu menghasilkan dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang tinggi.
  • Sangat responsif terhadap makanan yang diberikan.
  • Kebal terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
  • Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram.
Betina
  • Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
  • Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
  • Warna perut lebih putih.
  • Warna dagu putih.
  • Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
Jantan
  • Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
  • Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
  • Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.

Proses Pemijahan Ikan Mujair

Perbandingan induk jantan dan betina adalah 3 : 2 untuk kolam ukuran 3 x 4 M. Dengan kedalaman air kolam 60 Cm. Bagian dasar kolam di usahakan harus berlumpur halus untuk memudahkan ikan mujair membuat gubangan atau sarang. lubang sarang di membentuk cekungan dengan diameter sekitar 10-35 cm. 

Kemudian pemijahan akan berlangsung segera. Setelah proses pembuahan selesai, maka telur hasil pemijahan segera dikumpulkan oleh induk betina ke dalam mulutnya untuk inkubasi sampai menetas. Pada saat ini induk betina tidak aktif mengkonsumsi makanan. Telur akan menetas setelah 3-5 hari pada suhu air sekitar 25 oC - 27 oC. Setelah sekitar 2 minggu setelah menetas, indukan akan melepas larva mereka untuk mencari makanan sendiri.

Langkah - Langkah Dalam Budidaya Ikan Mujair

1. Konstruksi Kolam

Dalam langkah ini masih sama dengan cara budidaya ikan lainya tergantung dari lahan dan kebutuhan budidaya. Secara umum yang di lakuakan luas  kolam 500 - 1000 M2 Pembuatan Pematang kolam harus kokoh dan kedap air dengan lebar mencapai 50 Cm. Pemberian Saluran pemasukan dan pengeluaran air terletak pada sisi yang berseberangan. Dan di beri saringan yang terbuat dari kawat yang mempunyai ukuran lubang kecil agar ikan tidak keluar dari kolam, atau jaring/hapa yang diletakkan pada saluran pemasukan dan pengeluaran. 

Kedalam air kolam berkisar antara 70 Cm - 150 Cm. Untuk mencegah air luapan ketika hujan masuk kedalam kolam kita dapat membuat parit keliling atau diagonal dengan kedalaman antara 20 -50 Cm dengan Iebar berkisar antara 50-200 Cm. 

2. Persiapan Pemeliharaan

Sebelum ikan di lepaskan kedalam kolam budidaya hendaknya di lakukan tahapan berikut :
  • Penjemuran kolam sampai tanah dasar menjadi retak-retak selama 4-7 hari. 
  • Pemberian kapur tohor dengan dosis 25-50 g/M2. Pemupukan dasar berupa pupuk organik dengan dosis 250-500 g/M2 dan pupuk anorganik seperti urea dan NH4NO3 15 g/ M2, TSP 10 g/ M2
  • Pupuk yang digunakan ditebarkan secara merata di dasar kolam.

3. Padat Penebaran Benih

Untuk mengutamakan hasil yang mencapai kuantitas target dapat di lakukan penebaran benih yang sesuai dengan luas kolam budidaya itu sendiri dengan padat tebar 5-10 ekor/ M2  dan ukuran benih yang di gunakan adalah berukuran 8-12 cm atau bobot  ±15-20 g/ekor.

4. Pemberian Pakan

Untuk pemberian pakan yang maksimal selain pakan alami yang tersedia di kolam, diberikan juga pakan tambahan (pellet) dengan kadungan protein minimal 28%, lemak 30%, dan karbohidrat 15%. Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5% dari bobot biomassa ikan perhari tergantung dari umur dan bobot ikan

5. Pengelolaan Air

Pengolahan air dapat di berikan dari sumber air yang berasal dari sungai, mata air, sumur atau air hujan. Kondisi air yang ideal memiliki temperatur 28-30°C, pH (7-8,5), debit air ±5 Udetik/1.000 M2
lakukan pergantian air dan penambahan air jika di peelukan. tetapi biasanya air kolam akan menguap karena terkena sinar matahari. lakukan pergantian dan penambahan masing-masing sebanyak 25% dari air kolam.

6. Produktivitas

Ukuran panen sebesar 200-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-6 bulan. Produksi yang dihasilkan 1-2 Kg/M2 .

Friday, April 10, 2015

Resep Umpan Mancing Jitu Ikan Nila

Resep Umpan Mancing Jitu Ikan Nila - Memancing merupakan seni dan hobi buat para maniak mancing dan merupakan hiburan yang sangat mnyenakang ketika umpan kita di sambar predator air yang ganas meskipun kali ini sasaran ikan tidak termasuk ikan yang ganas yaitu ikan nila. Ikan Nila bukan termasuk ikan yang ganas akan tetapi sensasi tarikanya lumayan menarik untuk itu di perlukan umpan yang ganas agar ikan pun menjadi ganas.
Umpan Mancing Ikan Nila
Umpan Mancing Ikan Nila

Berikut Resep Jitu Umpan Mancing Ikan Nila

1. Umpan Racikan I
  • Gunakan Pelet PF-1000;
  • Campurkan Segelas Pelet Dengan Air Hangat secukupnya ;
  • Aduk hingga tara dan jangan terlalu encer dan terlalu keras ;
  • Bentuk Bulat-bulat sebesar kacang telur ;
  • Umpan siap di pakai;
2. Umpan Racikan II
  • Gunakan Kuning telur 1 butir;
  • Pelet 781-2 SP 1//2 gelas;
  • Kapas ; kapas digunakan dengan tujuan untuk di campurkan dengan racikan pakan agar tidak hancur ketikan dijadikan umpan;
  • Tambahkan Air Secukupnya;
  • Aduk Semuanya Hingga rata tetapi jangan terlalu encer ;
  • Bentuk Bulatan Kecil sesuai besar mulut sasaran ikan;
  • Umpan Siap Pakai;
3. Umpan Racikan III
  • Gunakan Pelet PF-1000 1/2 gelas;
  • Pelet 781-2 SP 1/2 gelas;
  • Kuning Telur 1 butir ;
  • Madu 2 sendok teh;
  • Tambahkan Air secukupnya;
  • Campurkan semua aduk hingga rata jangan terlalu encer;
  • Bentuk Bulatan Kecil sesuai besar mulut sasaran ikan;
  • Umpan Siap Pakai;
4. Umpan Racikan IV
  • Gunakan Roti Rasa Keju 2 bungkus;
  • Gunakan Pelet PF-1000 1/2 gelas;
  • Pelet 781-2 SP 1/2 gelas;
  • Kuning Telur 1 butir ;
  • Madu 2 sendok teh
  • Tambahkan Air secukupnya;
  • Campurkan semua aduk hingga rata jangan terlalu encer;
  • Bentuk Bulatan Kecil sesuai besar mulut sasaran ikan;
  • Umpan Siap Pakai;

Pengelolaan Lokasi

Ikan Nila merupakan ikan yang cenderung hidup bergerombol untuk itu pengelolaan lokasi juga perlu di lakukan dengan cara :
  • Tebarkan Pelet Udang Di lokasi Sasaran Mancing (karena pelet udang tidak mengapung seperti pelet ikan umumnya);
  • Tebarkan Pelet Hanya Pada 1 Titik Lokasi Sasaran;
  • Tunggu Hingga ada tanda-tanda gelembung-gelebung kecil muncul dari dalam air ;
  • Dan ketika sudah ada gelembung itu tanda ikan sudah kumpul dan siap untuk di pancing;



Thursday, April 9, 2015

Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Sepat

Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Sepat - Sepat adalah nama segolongan ikan air tawar yang termasuk ke dalam marga Trichogaster, anggota suku gurami (Osphronemidae). Di Indonesia, ikan ini lebih dikenal sebagai ikan konsumsi, meskipun beberapa jenisnya diperdagangkan sebagai ikan hias.
Budidaya Ikan Sepat
Budidaya Ikan Sepat

Pemilihan Indukan Ikan Sepat

  • Betina : Sirip pungung membulat dan pendek sehinga tidak  mencapai dasar pangkal sirip ekor. 
  • Jantan : Sirip pungug  panjang mencapai dasar  pangkal sirip ekor, lalu di tambah dengan bentuk tubuhnya mirip dengan ikan gurame. 
  • Induk jantan mempunyai sirip punggung yang panjang dan lancip serta dilengkapi dengan hiasan warna merah pada leher dan perut.  Warna merah ini akan semakin menyala pada saat ikan ini birahi. Sedangkan ikan betina mempunyai sirip bulat dan pendek.

Cara Pembenihan Ikan Sepat

Ikan ini tergolong jenis ikan yang sangat mudah di dapatkan, kita dapat memanfaatkan ikan sepat sebagai peluang bisnis karena ikan ini cukup marak di jadikan ikan penghias akuarium.

Pertama, siapkan kolam yang menyerupai habitat asli ikan ini karena hal ini akan memudahkan ikan sepat untuk bertelur. Sebaiknya kolam dibuat tenang tanpa aliran air.

Lalu, campurkan indukan ikan sepat betina dan jantan untuk memulai proses perkawinan. Gunakan indukan betina yang sudah matang telur. Perbandinganya adalah 1:1 antara sepat betina dan sepat jantan. Sebelum melakukan pemijahan, sepat jantan akan membuat sarang busa yang nantinya akan dipakai sebagai tempat merekatkan telur ikan.

Penetasan Telur

Sebaiknya kita meletakkan jerami di atas permukaan kolam untuk melindungi telur yang berada di sarang busa dari terik matahari langsung maupun air hujan, karena biasanya telur akan mengambang tepat berada di bawah sarang busa tepat di bawah jerami yang mengapung. Setelah bertelur, pisahkan sang betina, dan ikan jantan.

Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari larva, agar larva itu tidak dimakannya.

Larva telur yang baru menetas belum memerlukan pakan dari luar hingga hari yang ketujuh,karena ia akan memakan kuning telurnya. Pakan yang baik untuk ikan ini adalah plankton. udang renik, cacing tubifex, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Perawatan Larva

Ikan sepat dapat dibudidaya pembesaran setalah ikan mencapai umur 2 bulan. Pada usia ini, ikan sepat akan lebih mampu untuk melindungi dirinya dari ikan buas lainnya. Untuk mendapat hasil yang maksimal, ikan diberikan pakan luar seperti tepung daun, dedak, daun singkong, kangkung, dan lainnya. Karena pakan yang tumbuh di dalam kolam bisa terbatas jumlahnya.